Berita

Share:

Koksidiosis dan Disbakteriosis: Memahami Tantangan Kesehatan dan Performa Usus Unggas

Dalam industri perunggasan modern, kesehatan usus bukan sekadar aspek teknis, tetapi merupakan salah satu fondasi penting bagi produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha. Kondisi saluran pencernaan yang optimal memungkinkan unggas memanfaatkan nutrisi pakan secara efisien dan mencapai potensi genetiknya secara maksimal. 

Namun, berbagai tantangan dapat mengganggu kesehatan usus, termasuk koksidiosis dan disbakteriosis. Kedua kondisi ini memiliki keterkaitan yang erat dan dapat saling memperburuk, terutama ketika kesehatan dan integritas saluran pencernaan telah terganggu. Memahami hubungan keduanya menjadi bagian penting dalam penyusunan strategi pengelolaan kesehatan usus yang efektif. 

Mengenal Koksidiosis pada Unggas 

Koksidiosis pada unggas merupakan penyakit parasitik yang disebabkan oleh berbagai spesies protozoa dari genus Eimeria. Setiap spesies memiliki predileksi terhadap bagian tertentu dari saluran pencernaan dan dapat menyebabkan tingkat kerusakan mukosa yang berbeda. 

Infeksi Eimeria dengan tingkat keparahan yang tidak menimbulkan tanda klinis berat tetap dapat menyebabkan perubahan pada mukosa dan fungsi usus sehingga berpotensi memengaruhi performa produksi.  Dengan demikian, pengendalian koksidiosis bukan hanya berkaitan dengan mencegah kematian atau gejala klinis, tetapi juga mempertahankan fungsi usus agar performa produksi tetap optimal. 

Memahami Disbakteriosis 

Disbakteriosis merupakan kondisi ketika terjadi perubahan atau ketidakseimbangan komunitas mikrobiota di saluran pencernaan, baik dari segi komposisi maupun fungsinya. Saluran pencernaan unggas secara alami dihuni oleh komunitas mikroorganisme yang berperan dalam proses pencernaan, metabolisme, perkembangan sistem imun, dan perlindungan terhadap mikroorganisme yang berpotensi merugikan. 

Keseimbangan tersebut dapat terganggu oleh berbagai faktor, antara lain: 

  • Stres lingkungan, termasuk heat stress
  • Perubahan formulasi atau kualitas bahan baku pakan 
  • Perubahan bentuk dan komposisi pakan 
  • Gangguan kualitas air 
  • Penggunaan antimikroba tertentu
  • Gangguan atau infeksi saluran pencernaan
  • Koksidiosis dan kerusakan mukosa usus 

Koksidiosis dan Disbakteriosis: Keduanya Saling Berkaitan 

Koksidiosis dan disbakteriosis dapat berinteraksi dalam mempengaruhi kesehatan usus. Ketika Eimeria menginfeksi dan merusak sel epitel usus, struktur dan fungsi mukosa dapat terganggu. Kerusakan tersebut dapat mengubah lingkungan saluran pencernaan, termasuk ketersediaan substrat dan kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.  Pada saat yang sama, perubahan jumlah mikrobiota dapat meningkatkan tekanan terhadap mukosa usus dan memengaruhi respons inflamasi. Kondisi tersebut berpotensi semakin mengganggu integritas intestinal barrier.  Dengan kata lain, kerusakan usus akibat koksidiosis dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya disbakteriosis, sementara gangguan keseimbangan mikrobiota dapat memperburuk kondisi usus yang sudah mengalami kerusakan.  Oleh karena itu, pengendalian salah satu kondisi tanpa memperhatikan faktor lain yang memengaruhi kesehatan usus dapat menghasilkan hasil yang kurang optimal. 

Dampaknya terhadap Performa Produksi 

Gangguan kesehatan usus pada akhirnya dapat memberikan konsekuensi terhadap berbagai parameter produksi. 

  • Pencapaian bobot badan dan keseragaman flock dapat terdampak.
  • Gangguan fungsi usus dapat menyebabkan nutrisi dari pakan tidak dimanfaatkan secara efisien. 
  • Produksi dan kualitas telur menurun 
  • Kerusakan mukosa dan perubahan mikrobiota merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan enterik sekunder. Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah necrotic enteritis, yang memiliki hubungan dengan proliferasi Clostridium perfringens pada kondisi tertentu. 

Menjaga Kesehatan Usus 

Menghadapi koksidiosis dan disbakteriosis membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada satu faktor. Kesehatan usus merupakan hasil interaksi antara agen infeksi, nutrisi, mikrobiota, manajemen, lingkungan, dan sistem pertahanan tubuh unggas. 

Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi: 

  • Biosekuriti dan manajemen 
    Menjaga kebersihan kandang, kualitas litter, kualitas air, kepadatan ternak, serta penerapan biosekuriti yang konsisten merupakan bagian penting dalam mengurangi tekanan penyakit. Biodan Plus, sebagai produk disinfektan, dapat digunakan sebagai bagian dari program biosekuriti untuk membantu menjaga sanitasi lingkungan peternakan dan mengurangi tekanan mikroorganisme yang berpotensi mengganggu kesehatan unggas.
  • Manajemen nutrisi                                                                   
    Formulasi pakan yang sesuai, kualitas bahan baku, serta pengelolaan perubahan pakan dapat membantu mempertahankan fungsi saluran pencernaan dan mendukung keseimbangan mikrobiota. VTnest dengan kandungan tributirat mendukung integritas mukosa dan pemeliharaan struktur vili usus, membantu menjaga kapasitas absorpsi nutrien. Sementara itu, Novella sebagai probiotik mendukung keseimbangan mikrobiota usus untuk membantu mempertahankan kesehatan saluran pencernaan.  
  • Kondisi fisiologis unggas
    Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, dukungan terhadap kondisi fisiologis dan kesehatan unggas juga dapat menjadi bagian dari strategi pemeliharaan kesehatan usus. Phycurma, sebagai produk berbasis herbal dan vitamin, dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kondisi dan daya tahan tubuh unggas sebagai bagian dari program manajemen kesehatan secara menyeluruh. 

Pengendalian koksidiosis 
Program pengendalian perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, termasuk risiko koksidiosis, sistem pemeliharaan, serta program antikoksi atau vaksinasi koksidiosis yang diterapkan pada flock. Strategi untuk mendukung mikrobiota usus yang sehat dapat menjadi bagian dari pendekatan kesehatan usus secara keseluruhan, bersama dengan manajemen dan nutrisi yang tepat. 

 

Anda mungkin juga suka

...
Semangat Kemerdekaan, Semangat untuk Terus Bertumb...

Setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indone...

...
Gangguan Pasokan Listrik di Kandang Ayam: Dampak,...

Kandang closed house modern sepenuhnya bergantung...

...
Optimalisasi Sistem Ventilasi Closed House pada Pe...

Jakarta, 17 Juni 2026 — Agrinusa sukses menyelengg...